Rangkuman PPKn K-2013 Perubahan 2016

Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan


Paling tidak manfaat donor darah yaitu menyelamatkan orang lain, menyehatkan pendonor, kalau kita butuh darah lebih diutamakan yang sudah pernah donor darah, mendapat pahala karena menolong sesama.
Simbiosis mutualisme, itulah yang kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi
yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.

Anggapan yang menyatakan mendonorkan darah bisa membuat kita menjadi lemas, letih, lesu adalah salah.  Saat kita mendonorkan darah , maka tubuh akan bereaksi langsung dengan membuat penggantinya.  Jadi, kita tidak akan mengalami kekurangan darah.  Melainkan tubuh akan memproduksi sel-sel darah baru.
Ada 5 (lima) manfaat kesehatan yang bisa kita rasakan setelah donor darah :

  1. Menjaga kesehatan jantunng : tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung.  Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol.  Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke.  Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil.  Ini artinya menurunkan resiko penyakit jantung.
  2. Meningkatkan produksi sel darah merah : donor darah akan menyebabkan sel darah merah berkurang hingga 9% dari total darah di tubuh.  Tapi tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera memproduksi sel darah baru dan mengisi ulang sel darah yang telah hilang. 
  3. Membantu peurunan berat tubuh : menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh.  Sebab dengan memberikan sekitar 350 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 550 kalori.  Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.
  4. Mendapatkan kesehatan psikologis : menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis/bathin.  Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.
  5. Mendeteksi penyakit serius : setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hevatitis C, sifilis, malaria. 
Setelah berusia 17 tahun, dan memiliki berat badan minimal 45 kg.  Cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali.  Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri.  Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah hingga berusia 55 tahun. 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Maaf!...Komentar harus sopan, mendidik/konstruktif, komentar yang berbau spam akan saya hapus!

Entri yang Diunggulkan

Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Pendekatan Saintifik

Sumber Gambar : www.referensiguru.com Adapun langkah operasional dari model pembelajaran discovery learning meliputi stimulation; pro...