Rangkuman PPKn K-2013 Perubahan 2016

Penyebab Jerawat pada Pria


Baik wanita maupun laki-laki, cara merawat wajah yang benar adalah hal yang wajib dilakukan setiap hari. Apabila Anda kurang memperhatikan kesehatan dari wajah Anda maka akan menimbulkan berbagai masalah diantaranya adalah jerawat. Jerawat tentunya akan sangat mengganggu penampilan Anda bukan? Jerawat muncul karena menumpuknya kotoran yang mengakibatkan keringat atau lemak tidak bisa keluar melalui pori-pori kulit wajah. Cara merawat wajah pria sama mudahnya dengan merawat wajah pada wanita. Yang terpenting adalah Anda bisa menjaga kebersihan dan kesehatan kulit wajah Anda.
Mungkin banyak pria yang masih beranggapan bahwa perawatan wajah hanya diperuntukkan bagi kaum wanita. Padahal itu salah besar. Para lelaki juga harus melakukan pearawatan ini. Sekarang ini sudah banyak beredar produk-produk perawatan yang diperuntukkan bagi kaum lelaki. Dan banyak juga para lelaki yang memakainya, mereka sudah menyadari tentang cara merawat wajah pria yang berjerawat.
Serangan jerawat memang tidak pandang bulu dan dapat menyerang siapa saja, baik wanita maupun pria pada usia berapa pun. Namun terkadang, jerawat yang muncul di kulit pria tidak selalu sama dengan jerawat pada kulit perempuan. Apa penyebabnya?
"Pada perempuan, biasanya jerawat muncul pada saat pre menstrual syndrome(PMS), di mana terjadi perubahan hormon estrogen dan progesteron. Sedangkan masalah jerawat pada pria bukan disebabkan oleh pola hormonal," ungkap Dr Hengky Affandi, SpKK dari Klinik Estetika Jakarta.
Menurutnya ada tiga faktor yang menyebabkan munculnya jerawat pada pria.
Berikut beberapa penyebabnya:
Alat Mencukur  yang kotor:
Munculnya jerawat yang sering dialami oleh para lelaki ternyata salah satu sumbernya dari kebiasan bercukur yang dilakukan setiap hari. Alat cukur yang kotor akan menjadi sarang bakteri yang berbahaya bagi kesehatan wajah Anda.
Oleh karena itu, pergunakan pisau cukur yang tajam dan jangan lupa untuk sering menggantinya.
Stres
Peningkatan stres dapat merangsang kelenjar-kelenjar sebasea pada kulit memproduksi lebih banyak sehingga memicu pembentukan jerawat. Stres juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat memperlambat penyembuhan jerawat yang sudah ada. Selain itu, mereka yang mengalami stres juga cenderung menekan-nekan sendiri jerawatnya sehingga memicu peradangan terjadi lebih hebat.
Pola Tidur
Stres juga dapat menimbulkan masalah baru, yaitu insomnia sehingga waktu tidur Anda menjadi tidak teratur atau bahkan kurang. Padatnya aktivitas serta kebiasaan begadang juga memperparah keadaan. Padahal waktu terbaik untuk tidur adalah pukul 22.00 – 05.00 WIB. Pada waktu tersebut kulit kita akan melakukan recoveryuntuk merangsang pembentukan sel-sel kulit baru dan memperbaharui sel-sel kulit mati. Dengan demikian, komedo dan jerawat dapat dicegah.
Makanan
Memang tidak ada pantangan untuk mengonsumsi makanan tertentu asalkan masih dalam jumlah yang wajar, namun perlu diketahui bahwa respons tubuh setiap orang akan berbeda. Misalnya, ada yang mengaku di kulitnya muncul jerawat setelah mengonsumsi telur, kacang atau gorengan.
Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk selalu mengontrol makanan yang dikonsumsi serta mengetahui jenis makanan apa yang tidak cocok untuk kulit Anda. Selain itu juga akan lebih baik untuk mengurangi konsumsi junk food dan makanan berlemak lainnya.
Untuk mencegah jerawat, hal pertama yang dapat dilakukan adalah menghadapi stres dengan baik. Jangan biarkan diri Anda tenggelam dalam perasaan stres yang bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan serta kondisi kulit Anda.
Atur manajemen waktu Anda agar dapat menikmati waktu istirahat dari aktivitas yang padat, serta usahakan tidur lebih awal secara rutin. Selain itu, perhatikan makanan yang akan dikonsumsi agar dapat mengurangi risiko munculnya jerawat.



Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Maaf!...Komentar harus sopan, mendidik/konstruktif, komentar yang berbau spam akan saya hapus!

Entri yang Diunggulkan

Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Pendekatan Saintifik

Sumber Gambar : www.referensiguru.com Adapun langkah operasional dari model pembelajaran discovery learning meliputi stimulation; pro...