Rangkuman PPKn K-2013 Perubahan 2016

Bab 1 Napak Tilas Penegakan HAM di Indonesia (Kasus-kasus Pelanggaran HAM)



SEMESTER GANJIL KELAS X
BAB 1. NAPAK TILAS PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

Kegiatan Belajar 1 : Kasus-kasus Pelanggaran HAM
(Discovery Learning)

A.   Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan, maka peserta didik dapat :
1.     Menjelaskan kasus pelanggaran HAM,
2.     Menjelaskan terjadinya kasus Marsinah,
3.     Menguraikan faktor penyebab dan solusi yang dapat diberikan berkaitan dengan kasus Marsinah,
4.     Menerpakan perilaku jujur, kerja sama dan tanggung jawab selama kegiatan pembelajaran.

B.   Materi Pembelajaran dan Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Mengamati :
Simak dan cermati bacaan kasus pelanggaran HAM berikut :
*Guru alangkah baiknya menayangkan juga foto/video pelanggaran HAM*
Kisah Marsinah
Cerita tragis yang dialami Sinah dimulai pada Ahad, 9 Mei 1993.  Sosok perempuan muda berambut lebat itu ditemukan tak bernyawa lagi di sebuah lokasi dekat tempat tinggalnya, di Desa Wilangan, Nganjuk.  Kala itu, kondisi tubuh Sinah amat mengenaskan.  Sekujur tibuh penuh luka parah plus tulang panggul yang patah.  Desas-desus langsung mengentak sesame rekan kerja.  Beredar kabar kemudian, Sinah tewas dibunuh gara-gara terkait demonstrasi buruh yang terjadi di PT CPS.
Usut punya usut, unjuk rasa para buruh dipicu sebuah surat edaran gubernur setempat.  Isinya, semua perusahaan di wilayah itu diimbau menaikkan upah minimum regional (UMR).  Walau kebijakan itu sudah dikeluarkan, PT CPS memilih bergeming.  Perusahaan itu belum juga menaikkan UMR.  Kondisi ini memicu geram para buruh.
Tepat pada Senin, 3 Mei 1993, sebagian besar karyawan PT CPS berunjuk rasa dengan cara mogok kerja.  Aksi ini berlanjut hingga keesokan harinya.  Namun menjelang Selasa siang, manajemen perusahaan dan pekerja berdialog dan menyepakati sebuah perjanjian.  Intinya, perusahaan akan mengabulkan permintaan karyawan  dengan membayar upah sesuai dengan UMR.  Sepintas lalu, persoalan antara perusahaan dan karyawan seolah terselesaikan.  Tapi pada keesokan harinya, sebanyak 13 orang karyawan dipanggil ke Markas Komando Distrik setempat dan diminta untuk mengundurkan diri dari PT CPS.
Marsinah penuh amarah.  Menurut dia, dalam kesepakatan antara karyawan dan perusahaan yang disaksikan--Kontor Departemen Tenaga Kerja Sidoarjo dan Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Seluruh Indonesia—PT CPS berjanji tak akan mencari-cari kesalahan karyawan pasca tuntutan kenaikan UMR.  Bagi Sinah, itu artinya sama dengan tak bakal memberlakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan.
Pada Rabu itu juga, sekitar pukul 21.00 WIB, Sinah mengunjungi teman-temannya yang terkena PHK.  Usai beranjangsana seraya menyampaikan keprihatinannya, perempuan lajang itu berpisah di dekat Tugu Kuning, di Sidoarjo.  Sebagai kalimat perpisahan saat itu, Sinah kembali menegaskan tak bisa menerima keputusan PHK bagi rekan-rekannya tadi.  Tak hanya itu, Sinah berjanji bakal menyelesaikan persoalan tersebut ke pengadilan.  Terhitung sejak Rabu malam itulah, keberadaan Marsinah seolah lenyap ditelan gelap malam.  Tepat delapan hari kemudian, 9 Mei 1993, tersiar kabar kalau Sinah ditemukan tewas secara tak wajar.  Kasus ini sontak disorot media massa nasional.  Sempat disebut-sebut, kematian sosok yang kini menjadi nama sebuah jalan di Nganjuk itu melibatkan tentara.
Polisi tentu tak tinggal diam.  Berdasarkan hasil penyidikan, tercatat Sembilan nama yang berasal dari susunan kepemimpinan dan Pemilik PT CPS sebagai tersangka pelaku penganiayaan Marsinah.  Dalam persidangan di tingkat pengadilan negeri dan tingkat banding, kesembilan orang tadi dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman.  Tapi ketika persidangan naik ke kasasi Mahkamah Agung, semua tersangka malah dibebaskan demi hokum.  Dasarnya : ada kesalahan prosedur dalam kasus ini.
Semenjak itulah, pengusustan Kasus Marsinah belum menunjukkan titik terang, bahkan seakan terlupakan.  Pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, sempat dibicarakan kembali.  Bahkan Gus Dur—panggilan akrabnya--saat itu meminta agar Kasus Marsinah kembali diusut.  Keinginan senada pun dikemukakan Komisi Nasional HAM saat bertemu Presiden Megawati Soekarno Putri, sekitar pertengahan April 2002.  Menurut Komnas HAM, Megawati sepakat buat mengusut ulang kasus kematian peraih penghargaan HAM Yap Thaim Hien 1993 itu.

Sumber : Buku PPKn Kelas X Semester 1 Kemdikbud, yang dikutip dari http://bola.liputan6.com/read/52757/marsinah-dan-misteri-kematiannya

Selain kasus Marsinah, beberapa kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia, di antaranya :
a.     Kerusuhan Tanjung Priok, tanggal 12 September 1984.  Dalam kasus ini sebanyak 24 orang tewas, 36 orang luka berat dan 19 orang luka ringan.
b.     Status Daerah Operasi Militer (DOM), di Aceh.  Peristwa ini menimbulkan bentuk-bentuk pelanggaran HAM terhadap penduduk sipil berupa penyiksaan, penganiayaan, dan pemerkosaan yang berulang-ulang dengan pola yang sama.
c.      Sepanjang tahun 1980-an terjadi pembunuhan terhadap para penjahat secara misterius yang dikenal dengan nama “petrus” (penembakan misterius).
d.     Penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998.  Korban meninggal : Hery Hartanto, Elang Mulya Lesmana, Hendrawan Sie, Hapidin Royan, dan Alan Mulyadi.
e.      Tragedi Semanggi I tanggal 13 November 1988.  Korban meninggal : Bernadus Irmawan, Teddy Mahdani Kusuma, Sigit Prsetyo, Muzamil Joko Purwanto, dan Abdullah.
f.       Tragedi Semanggi II tanggal 24 September 1999.  Korban meninggal : Yap yun Hap, Salim Ternate, Fadli, Denny Yulian, dan Zaenal.
g.     Pembunuhan aktivis HAM Indonesia, yaitu Munir tanggal 7 September 2004.  Munir tewas dalam perjalanan dari Jakarta ke Amsterdam, ia tewas akibat racun arsenic.

Kegiatan Bertanya :
Peserta didik membuat 3 pertanyaan bersama teman sebangku tentang kasus Marsinah. Pertanyaan tidak boleh sama.

No.
Pertanyaan Kasus Marsinah
1


2


3



Kegiatan Mengumpulkan Informasi: Bentuk  Kelompok beranggotakan 4-6 orang.
Setiap kelompok mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan pelanggaran HAM/Kasus Marsinah. (Internet, Buku, Referensi lain)

Kegiatan Mengasosiasikan :
Setiap kelompok menganalisis penyebab dan solusi dari kasus Marsinah/yang merupakan jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat.

Kegiatan Mengkomunikasikan :
Perwakilan kelompok menyampaikan hasil analisis terhadap kasus Marsinah tersebut.

Kegiatan Guru PPKn :
·        Menyimpulkan hasil pemaparan perwakilan kelompok tentang kasus Marsinah.
·        Memberikan jawaban atas pertanyaan dari peserta didik.
·        Refleksi terhadap kekurangan pemaparan peserta didik/guru melengkapi/meluruskan konsep/menambahkan.
·        Pemberian tugas mandiri.
Tugas Mandiri Terstruktur dikumpulkan minggu berikutnya.  Lengkapi Tabel contoh  dan jenis pelanggaran HAM!

No
Nama Kasus
Jenis Pelanggaran : Berat, Sedang, Ringan
Upaya Perlindungan/Penegakan HAM
1
Pembunuhan Marsinah
HAM Berat
·     Kasusnya ditangani kepolisian dan di pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding para pelaku divonis bersalah, tetapi pada tingkat kasasi/MA para pelaku di bebaskan demi hukum karena kesalahan prosedur.
·     Sekarang kasus Marsinah masih belum selesai
2
…………
………………...
……………………………...

3
…………
………………...
……………………………...

4
…………
………………...
……………………………...

5
…………
………………...
……………………………...





Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Maaf!...Komentar harus sopan, mendidik/konstruktif, komentar yang berbau spam akan saya hapus!

Entri yang Diunggulkan

Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Pendekatan Saintifik

Sumber Gambar : www.referensiguru.com Adapun langkah operasional dari model pembelajaran discovery learning meliputi stimulation; pro...