Rangkuman PPKn K-2013 Perubahan 2016

BAB 5 Sistem Hukum dan Peradilan Internasional (KB. 18)



Kegiatan Belajar 18 ( 2 x pertemuan )

BAB 5  SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL
 Standar Kompetensi
5. Menganalisis Sistem hukum dan peradilan internasional
Kompetensi Dasar
5.2. Menjelaskan penyebab timbulnya sengketa internasional dan cara penyelesaian oleh mahkamah internasional.

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
1.     Mengidentifikasi penyebab terjadinya sengketa internasional.
2.     Menguraiakn cara penyelesaian sengketa internasional.
3.     Memberikan contoh penyelesaian masalah-masalah internasional.

B. MATERI POKOK
    1.  Sebab-sebab sengketa internasional
    2.  Cara menyelesaikan masalah-masalah (sengketa) internasional:
          -Jasa-jasa baik
          -Konsiliasi
          -Komisi penyelidik
          -Perwasitan (arbitrase)
          -Mahkamah Internasional

C. URAIAN MATERI POKOK
1.  Sebab-sebab sengketa Internasional :
          Sengketa internasional (international dispute) adalah perselisihan perselisihan yang terjadi antara Negara dengan Negara, Negara dengan individu-individu, atau Negara dengan badan-badan/lembaga yang menjadi subyek hukum internasional.

          Penyebab dari timbulnya sengketa internasional itu adalah sangat kompleks namun dapat dikemukakan beberapa diantaranya :
1)    Salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya dalam perjanjian internasional.
2)    Adanya perbedaan penafsiran terhadap isi perjajian internasional.
3)    Perebutan sumber-sumber ekonomi.
4)    Perebutan pengruh ekonomi, politik atau keamanan regional dan internasional.
5)    Adanya intervensi terhadap kedaulatan Negara lain, seperti Iraq menginvansi             Kuwait yang memicu meletusnya perang teluk.
6)    Penghinaan terhadap harga diri bangsa.
7)    Adanya fakta perdamaian dan fakta pertahanan seperti krisis di Cuba, pecahnya korea Utara (komunis) dan korea selatan (liberal), Kamboja dan Vietnam Utara (komunis) dan Vietnam selatan (Liberal).
8)    Wilayah teritorial, saling mengklaim antar Negara, seperti Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan antara Indonesia dengan Malaysia, Konplik Palestina dengan Israel yaitu konplik antra dunia arab dengan Yahudi, Malaysia suka melanggar wilayah tertitorial Indonesia.
9)    Pemgembangan senjata nuklir dan senjata biologi, seperti Korea utara dan Iran masih dicurigai oleh Amerika Serikat dan sekutunya karena kepemilikan senjata nuklir.  AS dan sekutunya menuduh Iraq mengembangkan senjata pemusnah masal.
10)              Permasalahan terorisme, antara Amerika degan Afganintan   disebabkan penyerangan gedung WTC (world Trade Center) tanggal    11 September 2001, sehingga AS menginvasi Negara yanhg diduga          sarang terorisme yaitu Afganistan, Iraq, Somalia.
11)              Ketidakpuasan terhadap rezim yang berkuasa sehingga menimbulkan      sparatis, seperti Kelompok muslim minoritas Moro di Filipina yang          menntut pemerintahan otonomi.  GAM (Gerakan Aceh Merdeka di           Indonesia yang menuntut kemerdekaan.
12)              Adanya Hegemoni atau pengaruh kekuatan Amerika dimana sering       menggunakan tindakan unilateral (sepihak) tanpa persetujuan Dewan      Keaman PBB. Contoh tanpa persetujuan DK PBB Amerika serikat          tetap menyerang Iraq, Afganistan, dan Somalia.  Amerika Serikat       selalu menutup mata dan telinga terhadap apa yang dilakukan Israel        pada Palestina di kawasan Timur Tengah.

2.  Cara menyelesaikan maslah-masalah (sengketa) internasional
     1.  Penyelesaian secara damai (metode Diplomatik) :
a.     Negosiasi, merupakan metode tradisional dan sederhana dalam penyelesaian sengketa internasional.  Dalam metode inti tidak melibatkan pihak ketiga.  Pada umumnya metode ini hanya diskusi antara pihak yang bersrengketa untuk menemukan jalan keluar atau solusi.  Cara ini biasanya yang paling pertama ditempuh oleh pihak yang bersengketa.
b.     Mediasi atau jasa-jasa baik), adalah bentuk lain dari negosiasi, namun bedanya mediasi melibatkan pihak ketiga sebagai mediator.  Mediator ini memiliki peran aktif dalam mencari solusi yang tepat untuk kedua pihak yang bersengketa. Mediasi akan terlaksana apabila pihak yang bersengketa sepakat dan mediator menerima syarat-syarat yang   telah ditentukan oleh pihak yang bersengketa.
c.      Inquiry, adalah metode penyelesaian sengketa dengan cara mendirikan sebuah badan atau komisi yang bersifat internasional untuk mencari dan mendengarkan semua bukti-bukti yang sesuai dengan permasalahan.  Melalui bukti yang dikumpulkan maka komisi ini akan mengeluarkan sebuah fakta yang disertai dengan  penyelesaiannya.  Metode ini sering diunakan untuk penyelesaian kasus yang berkaitan dengan batas wilayah suatu Negara. Komisi ini  akan menyelidiki fakta sejarah dan Geografis dari batas wilayah yang dipersengketakan itu.
d.     Konsiliasi, metode bersifat internasional dengan adanya komisi yang dibentuk oleh pihak yang bertikai baik yang bersifat permanen atau sementara.  Beda mediasi dengan konsiliasi adalah mediasi merupakan perluasan dari negosiasi sedangkan konsiliasi memberikan peran untuk pihak ketiga setara dengan arbitrase dan inquiry atau penyelidkan.  Dalam konsiliasi pencarian fakta tidak mutlak.
e.      Perserikatan Bangsa Bangsa  (PBB) :
Salah satu tujuan PBB adalah menyelesaikan perselisihan antarnegara. Pada pasal 2 Piagam PBB menyatakan anggota-anggota PBB harus berusaha menyelesaikan sengketa mereka melalui cara-cara damai menghindari ancaman perang atau kekerasan.

2.  Penyelesaian secara damai (metode Yudisial atau hukum) :
              Metode Yudisial adalah suatu penyelesaian sengketa    internasional melalui suatu pengadilan internasional yang dibentuk          sebagaimana mestinya dengan memberlakukan kaidah-kaidah hukum sperti  (International Court of Justice).
a.     Arbitrase, digunakan dalam hukum nasional atau internasional, secara tradisional arbitrase digunakan bagi persoalan hukum untuk sengketa perbatasna dan wilayah.  Arbitarse dilakukan dengan cara menyerahkan sengketa kepada orang-orang tertentu, yaitu arbitrator.  Mereka ini lah yang menyelesaikan sengketa dengan tidak terlalu terikat pada pertimbangan hukum.  Pengadilan arbitrase semestinya berkewajiban untuk menerapkan hukum internasional, namun yang terjadi dilapangan dimana beberapa sengketa yang menyangkut hukum seringkali diputuskan berdasarkan kepatutam dan nkeadilan (ex aequo et bono).
     Bila Negara yang bersengketa mengharapkan penyelesaian melalui Permanent Court of Arbitration, maka mereka harus mengikuti prosedur berdasarkan kaidah hukum internasional, sebagai berikut :
1.     Masing-masing Negara yang bersengketa menunjuk dua arbitrator dimana salah seorang diantara arbitrator itu boleh berasal dari warga Negara yang bersangkutan.
2.     Para arbitrator memilih seorang wasit yang bertindak sebagai ketua dari pengadilan arbitrase tersebut.
3.     Keputusan diberikan melalui suara terbanyak oleh juri.
          Jadi arbitrasi hakekatnya adalah suatu konsensus bersama antara pihak yang bersengketa, suatu Negara tidak dapat dibawa ke muka pengadilan arbitrase kecuali mereka setuju untuk melakukan hal itu.

b.     Mahkamah Internasional :
     Adalah pengadilan yang memiliki yuridiksi atau kewenangan berbagai macam persoalan internasional.  Mahkamah Internasional memutus suatu kasus melalui persetujuan semua pihak yang bersengketa.  Fungsi Mahkamah Internasional menurut pasal 38 ayat 1 Piagam PBB, adalah memutus perkara sesuai hukum atau ketentuan hukum internasional berdasarkan bukti yang diajukan para pihak yang bersengketa, bahkan memungkinkan bagai Mahkamah Internasional untuk mengunjungi obyek sengketa.  Mahkamah Internasional dapat mengadili semua Negara anggota PBB atau yang tidak termasuk anggota PBB.
 
3. Penyelesaian Secara paksa atau kekerasan :
a. Perang , untuk menaklukkan Negara lawan dan membebankan syarat-syarat penyelesaian suatu sengketa internasional, sehingga Negara yang ditaklukkan tersebut tidak memiliki lpilihan selain mematuhinya.
b. Retorsi, adalah pembalasan dendam suatu Negara terhadap Negara lain karena kehormatnnya dihina.  Pembalasan itu dilakukan dalam bentuk tindakan sah namun tidak bersahabat.  Contohnya memutus hubungan diplomatic, atau penarikan diri dari kesepakatan-kesepakatan yang pernah dibuat bersama.
c. Tindakan Pemaksaan, adalah penyelesaian sengketa internasional yang digunakan suatu Negara untuk mengupayakan memperoleh ganti rugi dari Negara lain.
d. Blokade secara damai, adalah tindakan yang dilakukan pada waktu damai tanpa kekerasan.  Tujuannya adalah memaksa Negara yang pelabuhannya diblokade untuk memenuhi permintaan ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh Negara yang memblokade.
e. Intervensi, adalah tindakan campurtangan terhadap kemerdekaan politik Negara lain secara sah dan tidak melanggar hukum internasional.  Yang termasuk kategori intervensi sah adalah :
1.     Intervensi kolektif sesuai piagam PBB.
2.     Intervensi untuk melindungi hak-hak dan kepentingan warga negaranya.
3.     Pertahan diri.
4.     Negara yang menjadi obyek intervensi dipersalahkan melakukan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

C. RANGKUMAN
1.   Sengketa internasional (international dispute) adalah perselisihan perselisihan yang terjadi antara Negara dengan Negara, Negara dengan individu-individu, atau Negara dengan badan-badan /lembaga yang menjadi subyek hukum internasional.
2.   Penyebab terjadinya sengketa internasional adalah perebutan pengaruh ekonomi, salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya, perbedaan penafsiran terhadap perjanjian, intervensi Negara lain, adanya fakta perdamaian dan fakta pertahanan, saling kalim wilayah territorial, senjata nuklir, terorisme, tidak puas terhadap rezim penguasa, adanya Hegemoni dari pengaruh Amerika serikat dengan menggunakan tindakan sepihak (unilateral).
3.   Cara penyelesaian sengketa internasional secara damai adalah negosiasi, mediasi atau jasa baik, inquiry, konsiliasi, PBB.
4.   Penyelesaian sengketa internasional secara damai melalui metode yudisial atau hukum adalah arbitrase, dan Mahkamah Internasional.
5.   Penyelesaian  sengketa internasional secara paksa atau kekerasan adalah perang, retorsi, tindakan pemaksaan, blockade secara damai, intervensi.

D. GLOSARIUM
·        Yuridiksi                            : kewenangan hukum, wilayah kerja
·        Intervensi kolektif     : campur tangan bersama
·        Blokade                     : larangan untuk mengadakan hubungan keluar
·        Retorsi                      : balas dendam
·        Yudisial                    : hukum
·        Konsiliasi                  : penyelesaian menggunakan pihak ketiga
·        Ex auquo et bono      : kepatutan atau keadilan
·        Inquiry                      : penyelidikan, menemukan
·        Mediasi                     : perantara atau pihak ketiga
·        Negosiasi                  : dialog mencari kesepakatan bersama.
·        Unilateral                  : sepihak
·        Hegemoni                  : pengaruh, kekuatan, keunggulan suatu Negara                                     terhadap Negara lain.
·        Internasional despute         : sengketa internasional
·        Regional                    : kawasan

UJI KOMPETENSI

1.   Metode tradisonal yang dipakai dalam  menyelesaikan sengketa internasional antar Negara.  Cara ini adalah cara yang paling pertama kali ditempuh oleh pihak yang bersengketa dan tidak melibatkan pihak ketiga, yaitu metode …………
      a. Melalui PBB             c. Inquiry                                 e. Negosiasi
      b. Konsiliasi                 d. Mediasi ayau Jasa baik
2.   Metode penyelesaian sengketa internasional dengan cara mendirikan sebuah badan atau komisi untuk mencari dan mendengarkan semua bukti-bukti yang sesuai dengan permasalahan, disebut metode ……….
      a. Negosiasi                                     c. Inquiry                       e. Arbitrase
      b. Mediasi  atau jasa baik                d. Konsiliasi
3.   Di bawah ini yang tidak termasuk penyelesaian sengketa secara paksaan atau kekerasan, adalah …………
      a. Retorsi                                c. Pemaksaan                 e. Konsiliasi
      b. Blokade damai                             d. Intervensi
4.   Pembalasan dendam suatu Negara terhadap Negara lain karena kehormatannya dihina.  Pembalasan itu dilakukan dalam bentuk tindakan sah namun tidak bersahabat.  Seperti memutuskan hubungan diplomatic, atau penarikan diri dari kesepakatan-kesepakatan yang pernah dibuat bersama, disebut ……….
      a. Tindakan pemaksaan                   c. Blokade secara damai          e. mediasi
      b. Intervensi                           d. Retorsi
5.   penyelesaian sengketa internasional melalui arbitrase internasional biasanya untuk penyelesaian kasus …………..
      a. Kejahatan HAM       c. Kasus terorisme             e. Kasus pidana internasional
      b. Kejahatan perang     d. Sengketa wilayah
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Maaf!...Komentar harus sopan, mendidik/konstruktif, komentar yang berbau spam akan saya hapus!

Entri yang Diunggulkan

Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Pendekatan Saintifik

Sumber Gambar : www.referensiguru.com Adapun langkah operasional dari model pembelajaran discovery learning meliputi stimulation; pro...