Rangkuman PPKn K-2013 Perubahan 2016

BAB 1 Budaya Politik (Kegitan Belajar 2)


Kegiatan Belajar 2 ( Semester Ganjil )
BAB 1  BUDAYA POLITIK DI INDONESIA
SK 1.   Menganalisis budaya politik di Indonesia.
KD   1.2 Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
1.     Mendeskripsikan tipe-tipe budaya politik
2.     Mengidentifikasi tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia
3.     Menganalisa dampak perkembangan tipe budaya politik sesuai dengan perkembangan sistem  politik yang berlaku

B. MATERI POKOK
    1. Tipe-tipe budaya politik
    2. Tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia
3.  Dampak perkembangan tipe budaya politik sesuai dengan perkembangan          system politik yang berlaku

C. URAIAN MATERI POKOK
     1. Tipe-tipe budaya politik :
                   Menurut Gabriel Abraham Almond dan Sidney Verba, terdapat tiga tipe budaya politik yang berkembang di masyarakat, yaitu budaya politik parochial (parochial political culture), budaya politik kaula (subject political culture), dan budaya politik partisipan (participant political culture).
a.     Tipe budaya politik parochial adalah masyarakat dengan tingkat partisipasi politiknya sangat rendah yang disebabkan factor cognitive atau pengetahuan rendah karena pendidikan relatif rendah.
Cirinya :
·           Berada pada masyarakat tradisional, sederhana, partisipasi politik          sangat kecil, seperti petani, buruh perkebunan, dan nelayan.
·           Para pelaku politik sering berperan ganda baik sebagai pemuka adat,      sekaligus pemuka agama, dll
·           Masyarakatnya tidak menaruh minat pada obyek politik yangn luas        bahkan mengabaikan adanya pemerintah dan politik.
·           Sikap dan orientasi politiknya bersifat kognitif,  sangat terbatas.
·           Mereka bergabung dalam politik hanya ikut-ikutan, solidaritas,      mobilisasi.
·           Tidak mengetahui untuk apa mereka ikut dalam kegiatan politik.
          b. Tipe budaya politik kaula adalah  masyarakat tersebut sudah relative maju dari segi sosial ekonomi namun masih bersifat pasif terhadap politik.  Ciri-ciri budaya politik kaula :
·        Menerima apa adanya karena tidak mampu untuk mengubah sistem politik yang ada.
·        Orinetasi terhadap sistem politik bersifat afektif dan normatif .
·        Patuh terhadap pejabat pemerintah dan undang-undang.
·        Keputusan politik adalah sesuatu yang tidak dapat ditentang sehingga mereka loyal atau patuh terhadap keputusan politik.
·        Biasanya mereka dari kalangan pegawai pemerintah.
        c. Tipe budaya Politik Partisipan, adalah budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi, betapapun kecilnya mereka dalam sistem politik mereka tetap memiliki arti bagi berlangsungnya sistem itu. 
          Ciri-ciri budaya politik partisipan :
·        Tidak menerima begitu saja keputusan politik.
·        Mereka dapat mempengaruhi dalam pengambilan kebijakan publik.
·        Mereka sangat aktif terhadap proses politik yang berlangsung.
·        Kompetensi masyarakat dalam bidang politik tinggi
·        Masyarakatnya mampu memberi evaluasi atau penilaian  terhadap proses politik.
·        Mereka melakukan aksi dan mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak berpihak  kepada kepentingan rakyat.

2. Tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia :
     Tpe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia adalah tipe budaya politk campuran antar parochial, kaula, dan partisipan.
            Tipe budaya politik parochial terlihat masigh adanya masyarakat Indonesia yang hidup dalam situasi serba tradisional dan pedalaman.  Mereka ikut dalam politik karena dimobilisasi.  Masyarakat parochial ini tidak mementingkan untuk apa mereka berpolitik, yang penting baginya adalah kesejahteraan dan keadilan hidup dalam negaranya (harga kebutuhan pokok murah, bahan pertanian murah, bahan bakar murah)
            Tipe budaya politik kaula terlihat dengan adanya pegawai pemerintah yang tidak mampu melawan kebijakan atasannya karena mereka adalah bagian dari pembuat kebijakan.  Mereka tidak kuasa untuk melawan walaupun  sebenarnya mereka tidak menyukai kebijakan itu, mereka tidak bersuara lantang tapi diam.  Bila bersuara lantang maka dianggap tidak loyal.
            Tipe budaya politik partisipan terlihat dengan adanya kebebasan mengeluarkan pendapat dan aspirasi masyarakat serta adanya ruang masyarakat untuk menilai kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat melalui aksi demontrasi yang tertib dan melalui lembaga perwakilan.  Tipe budaya ini terlihat juga dengan antusias masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan politik misalnya menjadi juru kampanye, calon legislative, calon KPU/KPUD, debat politik, sosialisasi politik, menjadi panitia pemungutan suara, dan sebagainya.
3. Dampak perkembangan tipe budaya politik sejalan dengan perkembangan system politik yang berlaku.
       Di Negara-negara demokratis pada umumnya partisipasi politik warga negaranya dapat mempengaruhi pembuatan suatu kebijakan atau policy. Partisipasi politik dapat bersifat biasa (konvensional) atau tidak biasa (non konvensional).
       Perluasan atau pembatasan partisipasi politik sangat dipengaruhi oleh peran para elit politik yang berkuasa.  Elit politik yang tidak berkuasa cenderung menaruh minat terhadap perluasan partisipasi politik, mengembangkannya ke bentuk partisipasi politik yang baru.
       Namun para elit politik yang berkuasa kurang menyukai perluasan partisipasi politik meskipun sebenarnya mereka ini sangat mampu dalam memperluas ruang lingkup partisispasi politik itu, sebab mereka  memandang bahwa setiap perubahan partisipasi politik adalah ancaman terhadap status quo politik yang sedang menguntungkan pihak mereka.
       Untuk menjamin agar  mereka tetap berkuasa maka para elit politik yang berkuasa itu akan mengadakan tindakan untuk membatasi  kompetisi, sehingga menurunkan tingkat partisipasi politik.  Biasanya mereka menggunakan cara-cara yang tegas dan memaksa seperti ancaman, pengawasan administratif dan sanksi-sanksi pisik untuk membatasi partisipasi politik

D. GLOSARIUM
·        Status quo                          : keadaan saat tertentu
·        Kontrol social                     : peduli terhadap kepentingan umum
·        Policy                                 : kebijakan
·        Input dan output                : masukan dan hasil atau keluaran
·        Konvensional/non konvensional  : biasa dan tidak biasa
·        Kontempporer                    : masa kini, dewasa ini

E. RANGKUMAN
1.     Menurut Gabriel A. Almond dan Sidney Verba ada tiga budaya politik yang berkembang di masyarakat yaitu parochial, kaula, dan partisipan.
2.     Budaya politik parochial biasanya terdapat pada masyarakat sederhana kebanyakan para petani, buruh dan nelayan, sedangkan budaya politik kaula disebut juga budaya politik subjek, penganutnya biasanya golongan pegawai pemerintahan dimana mereka ini loyal terhadap system politik yang berlaku.  Budaya politik partisipan adalah mereka memiliki kesadaran politik yang sangat tinggi biasanya mereka ini tidak menerima begitu saja keputusan politik namun dapat mempengaruhi dalam pengambilan suatu keputusan politik.

TANTANGAN DI RUMAH
1.  Suatu budaya politik di masyarakat di mana tingkat partisipasi politiknya sangat rendah disebabkan faktor pengetahuan rendah karena tingkat pendidikannya rendah.  Tipe budaya politik yang berkembang di masyarakat yang seperti ini adalah …………
     a. Parokial       b. Kaula      c. Subjek     d. Partisipan                  e.Primitif
2.  Suatu masyarakat dengan keadaan sudah maju baik di lihat dari sosial ekonomi tetapi masih bersifat pasif terhadap politik.  Masyarakat ini berkembang tipe budaya politik ……………
     a. Parokial       b. Kaula        c. Moderen                   d. Partisipan                  e.Primitif
3.  Suatu budaya politik di mana masyarakat telah memiliki kesadaran yang tinggi terhadap politik dan mereka ini tidak menerima begitu saja keputusan politik.  Masyarakat seperti ini masuk kategori tipe budaya politik ……..
     a. Parokial          b. Kaula         c. Subjek         d. Partisipan                  e.Primitif
4.  Perhatikan pernyataan berikut !
     1. Masyarakatnya sederhana, partisipasi politiknya kecil
     2. Orientasi politiknya bersifat kognitif atau pengetahuan
     3. Mereka tidak tahu untuk apa ikut dalam kegiatan politik
     4. Masyarakat tidak mampu mengubah keputusan politik yang ada
     5. Masyarakatnya mampu memberi evaluasi terhadap proses politik
     Dari pernyatan tersebut manakah yang merupakan ciri masyarakat politik parochial ……………..
     a. 1,2, dan 3    b. 1 dan 3      c. 2, dan 4                  d. 1, 3, dan 5        e. 5 saja
5.  Perhatikan pernyataan berikut  !
     1. Masyarakatnya ikut-ikutan dalam politik karena adanya mobilisasi
     2. Kersadarannya sebagai pelaku politik belum tumbuh
     3. Masyarakatnya melibatkan diri dalam berbagai kegiatan politik
     4. Mereka pasif dan taat pada UU atau pejabat pemerintah
     5. Masyarakat dapat menilai input dan output system politik
     Dari pernyatan tersebut manakah yang merupakan ciri masyarakat politik kaula atau subjek ……………..
     a. 1,2, dan 3    b. 1 dan 3      c. 2, dan 4        d. 1, 3, dan 5        e. 5 saja
6.  Perhatikan pernyataan berikut !
     1. Keputusan politik menurutnya sesuatu yang tidak boleh ditentang
     2. Orientasi masyarakatnya pada system politik lebih bersifat  normative
     3. Masyarakatnya relative maju dari segi sosial ekonomi
     4. Masyarakatnya cenderung menerima apa adanya keputusan politik
     5. Kompetensi masyarakat di bidang politik tinggi
     Dari pernyatan tersebut manakah yang merupakan ciri masyarakat politik partisipan  ……………..
     a. 1,2, dan 3    b. 1 dan 3      c. 2, dan 4                  d. 1, 3, dan 5        e. 5 saja
7.  Dari banyaknya budaya politik dan sub budaya politik yang ada di Indoensia maka kalau di kaitkan dengan pendapat Gabriel A. Almond dan Sidney Verba dapat disimpulkan bahwa budaya politik yang terdapat di Indonesia, yaitu …
     a. Tipe budaya politik parokial
     b. Tipe budaya politik kaula
     c. Tipe budaya politik partisipan
     d. Tipe budaya politik parokial dan partisipan
     e. Tipe budaya politik parokial, kaula, dan prtisipan

TUGAS MANDIRI
Uraian
Jawaban

Temukan atau  identifikasi budaya politik yang berkembang di masyarakat Indonesia secara umum

Kata kunci jawaban siswa adalah :
Ciri-ciri dari masyarakat parokial, kaula, partisipan


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Maaf!...Komentar harus sopan, mendidik/konstruktif, komentar yang berbau spam akan saya hapus!

Entri yang Diunggulkan

Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Pendekatan Saintifik

Sumber Gambar : www.referensiguru.com Adapun langkah operasional dari model pembelajaran discovery learning meliputi stimulation; pro...